Pusat Jantung (Kardiologi)

Placeholder image

Pikiran yang Cemerlang, Jiwa yang Menyembuhkan

Di Pusat Penyakit Jantung Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teknologi dan Keahlian Medis menjadi satu untuk memberikan pasien layanan yang komprehensif dan maju, untuk mengobati beragam penyakit Jantung dan kelaianan pembuluh darah. Semuanya tersedia di tempat yang sama.

Unduh brosur

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dikutip dari Kementrian Kesehatan. Di RS Abdi Waluyo, teknologi modern dan keahlian medis digabungkan guna memberikan pasien program yang menyeluruh untuk penanganan lanjut penyakit jantung dan kelainan pembuluh darah, berada dalam satu lokasi yang nyaman. Tujuan kami adalah membantu tiap pasien untuk hidup lebih lama dengan jantung yang sehat.

Dokter spesialis jantung, bedah jantung dan spesialis jantung lainnya di RS Abdi Waluyo menyediakan deteksi lanjut, diagnosis dan pengobatan berbagai macam penyakit, termasuk serangan jantung, gagal jantung, kelainan irama jantung, thrombosis vena dalam, penyakit arteri perifer dan lain-lain.

Dengan sumber daya yang canggih, termasuk teknologi canggih terdepan di tangan dokter berpengalaman kami, Pusat Jantung menawarkan berbagai macam pelayanan:

CT JANTUNG DAN MRI JANTUNG

RS Abdi Waluyo adalah rumah sakit modern yang menawarkan MRI dan CT Scan Jantung.

CT Jantung
CT Jantung adalah scanner canggih, non-invasif yang memiliki kemampuan untuk membantu dokter melihat penyakit jantung dalam hitungan detik dengan mengambil ribuan gambar cross-sectional dari jantung pasien yang sedang berdetak. Hasil scan tersebut memerikan dokter gambaran 3D dan membantu mencegah penggunaan lebih banyak metode uji diagnostik invasif.

Indikator CT Jantung termasuk:

  • Penilaian nyeri dada akut dan kronis setelah uji treadmill negatif atau samar sebelumnya.
  • Deteksi awal atherosclerosis (penyumbatan arteri koroner), khususnya jika tidak dapat berolah raga atau hasil EKG yang tidak dapat dibaca.
  • Penentuan skor kalsium arteri koroner, pemeriksaan non-kontras yang memungkinkan deteksi timbunan kalsium di arteri koroner pada fase awal untuk deteksi lebih dini dan pencegahan penyakit jantung.

MRI Jantung
Pemeriksaan Cardiac Magnetic Resonance (CMR) memberikan gambaran jantung yang sangat bagus tanpa adanya radiasi. Dengan menggunakan medan magnetik kuat dan sinyal radio, CMR memberikan gambaran terbaik untuk struktur dan fungsi jantung sehingga menggambarkan bagaimana darah mengalir ke seluruh tubuh.

MRI dipakai untuk mendeteksi:

  • Cardiomyopathy (kelainan otot jantung)
  • Ketahanan (apakah otot jantung masih hidup atau tidak setelah serangan jantung); perencanaan sebelum dilakukan CABG pada penurunan fungsi ventrikel kiri dan CAD
  • Penyakit Jantung Bawaan
  • Myocarditis (infeksi otot jantung)
  • Tumor Jantung

MRI Jantung dapat membantu menjelaskan lebih lanjut untuk pemeriksaan diagnostik awal lainnya seperti echocardiography dan CT scan.

TINDAKAN KATETERISASI JANTUNG

Selama kateterisasi jantung, dokter spesialis intervensi jantung memasukkan kateter kecil lewat pembuluh darah dan masuk ke dalam arteri koroner. Dengan menggunakan X-rays, mereka mencari tanda-tanda penyakit jantung dan menentukan ukuran dan lokasi deposit lemak dan kalsium yang kemungkinan mempersempit pembukaan arteri.

RS Abdi Waluyo menawarkan beberapa peralatan untuk penanganan pasien dengan teknologi tercanggih di Indonesia termasuk GE Innova 3100, catheterization lab dengan lapang pandang luas serta gambaran tiga dimensi. Teknology canggih ini menghasilkan permeriksaan kardiovaskuler yang lebih cepat dan tepat, sehingga mampu mengurangi waktu yang dihabiskan di ruang operasi dan sekaligus menyelamatkan pasien dari tindakan bedah.

Tindakan ini memberikan gambaran seluruh tubuh tidak hanya karotis dan pembuluh darah koroner, namun juga pembuluh darah perifer. Hasilnya, pasien tidak perlu lagi mendatangi dua jenis lab —cardiac cath lab dan vascular lab — untuk mendapatkan gambaran lengkap pembuluh darah. Sistem ini dapat dipakai untuk semua jenis pemeriksaan diagnostik jantung dan pembuluh darah. Sistem ini juga dipakai untuk tindakan intervensi maupun tindakan invasif minimal, seperti pemasangan stent koroner, kateterisasi diagnostik, balloon angioplasty dan embolisasi.

Pengobatan Kateterisasi Jantung
Kateterisasi Jantung Transradial (melalui pergelangan tangan): RS Abdi Waluyo salah satu dari sedikit rumah sakit yang menawarkan pengobatan ini dengan resiko komplikasi perdarahan yang lebih rendah dan pada umumnya lebih nyaman bagi pasien.

Angioplasti: Berbeda dengan tindakan bedah jantung terbuka, angioplasti menggunakan kateter dengan ujung balon untuk membuka sumbatan arteri koroner. Stent, sebuah tabung fleksibel kecil yang terbuat dari plastik atau kawat, kadang-kadang dipakai untuk menopang dinding arteri yang rusak.

PROSEDUR NON INVASIVE:

  • Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM)
    Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) adalah alat yang memungkinkan untuk memonitor secara terus menerus selama 24 jam tekanan darah pasien yang mengalami hipertensi parah. Portable monitor dikenakan dengan cara diikat dan dihubungkan dengan osilometri  yang mendeteksi systolic, diastolic dan rata rata tekanan darah termasuk detak jantung rata rata. Kemudian, alat terhubung dengan komputer yang secara terus menerus selama 24 jam, siang dan malam hari,  waktu tidur dan bangun  memonitor systolic, diastolic BP dan detak jantung.
  • Cardiac MRI (CMR)
    Cardiac MRI (CMR) menggunakan kamera MRI khusus yang memberikan informasi secara akurat mengenai struktur jantung berikut fungsinya, termasuk evaluasi tentang pembuluh darah utama di area dada. Alat ini dapat mengases apabila fungsi jantung dapat ditingkatkan dengan  operasi bypass atau angioplasty berikut asesment kerusakan otot jantung. Elektroda akan ditempelkan kedada untuk memonitor detak jantung.  Waktu penggunaan didalam Cardiac MRI dapat berlangsung antara 30 menit sampai dengan 1 jam.
  • Cardiac Event Detector
    Cardiac Event Detector: Sebuah CED menggunakan EKG Portable untuk memonitor ritme jantung dalam rentang waktu tertentu, biasanya dalam rentang waktu beberapa hari atau beberapa minggu. Pada waktu waktu tersebut, bila pasien merasakan gejala, pasien dapat menekan tombol untuk merekam detak jantung.
  • Cardiac Viability
    Cardiac Viability: Cardiac PET (Positron Emission Tomography) Viability adalah test yang dilakukan untuk dokter agar dapat menentukan jumlah layak dari jaringan otot jantung. Dosis rendah dari radiotracer akan diinjeksi secara interval.  Beberapa kadar gula darah akan diambil melalui perangkat yang menyerupai tongkat. Proses akan berlangsung kurang lebih selama 1 jam, sambil menunggu kadar gula darah dalam tubuh untuk kembali normal. Dalam proses ini, akan dilakukan sebanyak dua kali proses scanning yang masing masing berlangsung selama 20 menit. Tidak ada makanan yang diperbolehkan termasuk minuman sebelum dilakukan test. Bawa obat yang biasa diminum dipagi hari untuk diminum setelah tes selesai. Jangan minum obat sebelum tes dilakukan (termasuk insulin). Gunakan dua lapis pakaian.
  • CT Super Scan
    CT Super Scan: Gambar-gambar nyata dalam 3 dimensi diambil dalam waktu beberapa detik. Tes dengan penilaian Kalsium atau tes secara menyeluruh dapat dilakukan untuk melakukan deteksi awal penyakit yang terkait dengan jantung.
  • Doppler Echocardiography
    Doppler Echocardiography: Adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui aliran darah yang melalui jantung dengan menggunakan gelombang ultrasonic yang digabung dengan echocardiogram.
  • Enhanced External Counterpulsation (EECP)
    Enhanced External Counterpulsation (EECP): EECP adalah prosedur non-invasive untuk membebaskan angina pectoris dengan cara  meningkatkan aliran darah koroner. EECP menggunakan perlengkapan yang mengembangkan atau mengempiskan tekanan pnuematis yang menutup aliran.
  • Electrocardiogram (EKG)
    Electrocardiogram (EKG):
    EKG adalah proses yang merekan aktifitas elektris jantung. EKG mengukur detak jantung dan rata rata untuk menentukan apakah terdapat anomali pada detak jantung.
  • Holter Monitoring
    Holter Monitoring:  Adalah proses pemantauan 24 jam selama aktifitas normal harian. Pemasangan alat membutuhkan waktu 15 sampai dengan 20 menit. 
  • Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularisation (ESMR)
    Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularisation (ESMR) therapy adalah sebuah pendekatan terbaru  dalam prosedur non-invasive, sebuah terapi tanpa resiko yang menggunakan  “Extracorporeal Shockwave technology for Myocardial Revascularisation” untuk meningkatkan suplai darah kepada otot jantung. Terapi ini dilakukan bila area Ischemic myocardial tidak dapat lagi diakses dengan menggunakan metode revascularization  konvensional seperti operasi bypass, Ballon Angiopasty dan stent. Proses ESMR memerlukan waktu 20 sampai dengan 30 menit, dan pasien harus mengikuti prosedur 9 kali terapi selama 9 minggu.
  • Nuclear Exercise Stress Testing
  • Pacemaker and ICD FOLLOW-UP
  • Peripheral Vascular Sonography
  • Radionuclide Ventriculography
  • Stress Testing

Jadwalkan Pertemuan

Untuk penjadwalan, hubungi 0818 0836 5588


  • English
  • Indonesia
Chat with us